SEKILAS INFO >
Selamat Datang Di STP Santo Bonaventura KAM
Sabtu, 30-08-2025

Persahabatan Akademik Tanpa Batas STP dan UIC Davao City Berkolaborasi

Minggu, 9 Februari 2025

 Sabtu, 9 Februari 2025, udara di kampus Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan terasa lebih semangat dari biasanya. Bukan karena ada pesta atau lomba, tapi ada tamu istimewa dari seberang lautan: rombongan dari University of the Immaculate Conception (UIC) Davao City, Filipina. Kedatangan mereka bukan sekadar jalan-jalan atau bertukar cenderamata, tapi ada momen bersejarah—penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua perguruan tinggi.Misa Pembukaan Semester Baru

Kunjungan ini diawali dengan Misa Pembukaan Semester Baru, yang dipimpin oleh Pastor Maximilianus Kalef Sembiring, Provincial Minister Ordo Conventual. Suasana misa yang penuh kekhusyukan menjadi awal yang baik untuk memulai kolaborasi ini, menegaskan nilai-nilai kebersamaan dalam semangat akademik dan pelayanan pastoral.

Manfaat Kerja Sama Akademik

Mungkin ada yang bertanya-tanya, “Lho, apa untungnya kerja sama dengan kampus dari Filipina?” Jawabannya: banyak! Lebih dari sekadar tanda tangan di atas kertas, kerja sama ini membawa peluang besar, terutama dalam tiga hal berikut:

1. Pertukaran Mahasiswa dan Dosen
Bayangkan, mahasiswa STP bisa merasakan atmosfer akademik di Davao City, mencicipi suasana belajar yang berbeda, dan tentu saja, mencoba makanan khas Filipina! Begitu pula mahasiswa dan dosen dari UIC Davao City bisa belajar langsung dari atmosfer keilmuan di STP.

2. Peningkatan Mutu Akademik
Ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Lewat kerja sama ini, kedua kampus bisa berbagi wawasan, mengadakan seminar internasional, dan bahkan mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan tantangan zaman.

3. Kolaborasi Penelitian dan Publikasi
Ilmu tak punya batas negara. Dosen dan mahasiswa dari STP dan UIC Davao City bisa bekerja sama dalam riset, menerbitkan jurnal ilmiah, dan berkontribusi lebih luas bagi dunia akademik, khususnya dalam bidang pendidikan, pastoral,  dan teologi.

Cerita di Balik Kunjungan

Hari itu, suasana di STP bukan hanya sibuk, tapi juga penuh harapan. Rombongan dari Filipina disambut dengan hangat, tak hanya oleh para fungsionars dosen, tapi juga mahasiswa dan tamu undangan yang antusias. Senyum dan sapaan akrab membuat suasana tak lagi terasa seperti pertemuan formal, tapi seperti sahabat lama yang bertemu kembali.

Acara penandatanganan MoU dan MoA berlangsung khidmat. Dari pihak STP, MoU dan MoA ditandatangani oleh Dr. Johannes Sohirimon Lumbanbatu, M.Th., didampingi oleh Fungsionaris; sementara dari pihak UIC, MoU dan MoA ditandatangani oleh Charles Andre F. Nieves, B.Sc., M.A.Ed. didampingi oleh  Roxanne R. Duat, Ph.D.

Setelah momen serius itu, rombongan dan civitas akademika STP menikmati jamuan santap siang bersama. Percakapan mengalir hangat, membahas banyak hal mulai dari dunia akademik, pengalaman pribadi, hingga rencana masa depan kerja sama ini.

Harapan ke Depan

Seperti dalam setiap persahabatan, yang terpenting bukanlah pertemuan pertama, tetapi bagaimana hubungan ini tetap terjalin dan berkembang. Ke depan, STP dan UIC Davao City tak ingin hanya berhenti di acara ini saja. Sudah ada rencana untuk program magang internasional hingga proyek sosial yang bisa memberikan manfaat luas.

Kolaborasi ini bukan sekadar urusan akademik, tetapi juga soal membangun jembatan antarbangsa. STP dan UIC Davao City menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang nilai dan gelar, tetapi juga tentang membentuk hubungan yang lebih besar, lebih bermakna, dan tentu saja, lebih berdaya guna.

Karena pada akhirnya, pendidikan adalah tentang manusia. Dan persahabatan akademik? Tak ada batasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *