SEKILAS INFO >
Selamat Datang Di STP Santo Bonaventura KAM
Sabtu, 18-05-2024

WORKSHOP REVIEW KURIKULUM STP BONAVENTURA KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

Selasa, 20 Juni 2023

Pengembangan dan perubahan kurikulum merupakan aktivitas rutin yang harus dilakukan sebagai tanggapan terhadap perkembangan pengetahuan teknologi dan seni (scientific vision), masyarakat (social needs) dan kebutuhan pengguna lulusan (stakeholder needs). Kurikulum adalah nyawa dari sebuah program pembelajaran sehingga keberadaannya memerlukan rancangan, pelaksanaan, serta evaluasi secara dinamis. Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi yang membidani lahirnya Tenaga Pastoral yang handal melihat urgensi review kurikulum sebagai tanggapan atas penyusunan dan pengembangan kurikulum yang wajib mengacu pada KKNI dan Standar Nasional pendidikan Tinggi. Tantangan yang dihadapi oleh Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura dalam pengembangan kurikulum di era industri 4.0 menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru meliputi: literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia yang berakhlak mulia. Pemilihan bentuk dan metode pembelajaran adalah sebagai upaya mencari strategi yang tepat agar mahasiswa dapat memenuhi capaian pembelajarannya dengan mengembangkan interaksi aktif antara mahasiswa, dosen dan sumber belajar.

Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFMCap selaku Dewan Pembina STP Santo Bonaventura Kam turut hadir sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya Uskup Agung Medan menegaskan bahwa capaian pembelajaran lulusan STP Bonaventura KAM harus memperhatikan aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Aspek sikap meliputi nilai-nilai kemuridan Kristiani, sikap pengabdian, sikap penuh kasih dan dipenuhi oleh buah-buah roh. Aspek pengetahuan meliputi pengetahuan akan Yesus Kristus, Allah yang berinkarnasi, Kitab suci, Gereja, Sakramen dan Liturgi. Aspek keterampilan meliputi keterampilan mengajar, menganimasi liturgi dan terampil dalam mengelola administrasi Paroki. Mgr Kornelius Sipayung merujuk pada Surat Apostolik dalam bentuk Motu Proprio Bapa Suci Paus Fransiskus tentang Pendirian Pelayanan Katekis (Antiquum Ministerium) menegaskan bahwa lulusan STP dituntut untuk menjadi rekan kerja yang setia dari para imam dan diakon, bersedia untuk menjalankan pelayanan di mana diperlukan, dan digerakkan oleh antusiasme kerasulan yang sejati. Uskup Agung Medan sebagai Dewan Pembina menghimbau agar STP bergerak dan berbenah dengan cepat dan serius dan sebagai dukungan Dewan Pembina, Keuskupan Agung Medan memberi beasiswa untuk 15 mahasiswa per semester. Beasiswa yang diberikan adalah uang kuliah untuk 60 orang mahasiswa setiap tahun. Pemberian beasiswa sebagai Langkah untuk mempersiapkan Tenaga Pastoral yang handal dan siap untuk tampil dalam medan Pastoral Keuskupan Agung Medan. Dewan Pembina juga mendukung renovasi asrama putri sebagai langkah untuk  menciptakan Seminari Awam.

Pengguna lulusan yang hadir dalam Review Kurikulum ini adalah Ketua Komisi Keuskupan Agung Medan, Pastor Paroki, dan Kepala Sekolah memberi masukan yang berharga demi terciptanya lulusan STP yang misoner terhadap Gereja dan Negara. Pengguna lulusan berharap agar STP mempersiapkan lulusan yang paham akan muatan Teologis, Kitab Suci dan Liturgi. Komisi Keuskupan Agung Medan berharap bahwa lulusan STP harus cakap dan kreatif dalam Katekese Umat, dan terlebih memiliki karakter dan spiritualitas katekis. Kepala Sekolah yang hadir memberikan masukan bahwa lulusan STP harus paham dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran dan cakap dalam manajemen kelas. Pastor Paroki menitik beratkan pentingnya kecakapan Komunikasi Pastoral, kemampuan sebagai Animator Liturgi dan ahli dalam penanganan Administrasi Paroki.

STP Bonaventura melakukan pengembangan kurikulum untuk menjawab tantangan dan menjawab kebutuhan pengguna. Kualifikasi dan Kecakapan Lulusan STP sebagai Tenaga Pastoral dan Guru Agama menjadi harga mati yang harus diperjuangkan. Keseriusan Tenaga Pengajar untuk mengemas Capaian Pembelajaran Lulusan dalam bidang Ilmu Teologi, Kitab Suci, Kateketik, Pastoral, Liturgi, Humaniora, Sejarah dan Hukum Gereja, merupakan tanggungjawab moral yang harus dipertanggungjawabkan dan sebagai Rencana Tindak Lanjut  seluruh dosen akan diberi pelatihan untuk menyusun RPS dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang qualified.